Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk sekaligus religius. Masyarakat Indonesia bukanlah masyarakat yang atheis yang tidak mengenal agama, karena bangsa ini memang terbentuk dari berbagai budaya dan agama yang beragam. Ketika bangsa ini mengalami krisis kebangsaan, tidak mengetahui dan memhami tentang sejarah bangsa dan lemahnya kebanggaan atas bangsa, maka salah satu penyebabnya adalah masyarakat Indonesia telah jauh dari agamanya masing-masing. Kita menyadari bahwa usaha mengembalikan jati diri bangsa adalah dengan usaha pengenalan dan pengaktualisasi kembali ideologi dan asas-asas negara. Akan tetapi bangsa Indonesia juga harus menyadari peran penting agama sebagai salah satu faktor untuk menuju pemahaman dan pengaktualisasian ideologi dan asa negara tersebut, demi mengmebbalikan jati diri bangsa.
Di dalam agama, apapun agamanya maka kita diajarkan untuk bertoleransi dan diajarkan untuk memberikan kedamaian dalam hidup. Ajaran-ajaran agama yang seperti itu sangat sejalan dengan karakter bangsa ini yang majemuk dan beragam budayanya. Bila kita, para pemeluk agama mampu memahami ajaran agama kita sendiri maka bangsa ini tidak akan terjerumus dalam tindak anarkhis dan radikal dalam mengatasi suatu permasalahan/ konflik. Ataupun ketika banyak dari generasi bangsa ini yang kurang menghargai sejarah bangsanya dan tidak memahami ideologi bangsanya, adalah hasil dari masyarakat saat ini yang serba “ikut-ikutan” dengan gaya hidup dan ideologi luar yang tidak sesuai dengan karakter bangsa ini. Kita terjebak pada gaya hidup yang hedonis, konsumtif, individualis, dan serba materialistis yang cenderung atheis. Sedangkan agama mengajarkan kita kepada persatuan, kepedulian, dan toleransi antar sesama, maka ketika bangsa ini berperilaku tidak menurut nilai-nilai agama yang universal tersebut, bangsa ini belum menjadi bangsa yang nasionalis dan beragama. Bangsa Indonesia harus menyadari hal ini agar kita dapat mengembalikan jati diri bangsa.
Terorisme dan separatisme yang terjadi saat ini juga adalah penyebab dari bangsa ini tidak kembali kepada agamanya sendiri. Contohnya tindakan terorisme yang terjadi saat ini, yang menyudutkan kelompok umat islam tertentu sebagai aktor yang terlibat dalam tindakan terorisme, sesungguhnya adalah hasil dari ketidakpahaman pelakunya pada ajaran islam sendiri. Tujuan dari adanya agama islam adalah menjadi berkah (rahmat) bagi semesta alam, dan memberikan rasa toleransi bagi orang-orang non-islam untuk tidak menghakimi mereka sebagai orang yang perlu dibunuh atau diperangi tanpa alasan yang berdasar. Terorisme yang terjadi saat ini bukan hanya mencederai ajaran agama islam, atau ajaran agama lainnya menjadi buruk, akan tetapi juga berakibat buruk bangsa ini, yang sedang dalam proses untuk mengembalikan jati diri bangsa-nya dan identitas negaranya.
Bila bangsa Indonesia tidak kembali dan memahami agamanya terlebih dahulu, maka kita akan kesulitan untuk memahami makna dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena sejatinya karakter bangsa sangat selaras dengan ajaran agama yang universal.
Artikel terkait: